Home Profil Berita Download Hubungi Kami
Updated: 04 October 2017
Jakarta Air Pollution: Ancaman Asian Games 2018
Factsheet Seri Asian Games 2018 ...
Updated: 10 August 2017
Vehicular Emission: Threat Asian Games 2018
Berita baiknya adalah Pemerintah RI melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menandatangani Permen No P20/2017 tentang Euro4 Standard pada 10 Maret 2017.  Sementara berita buruknya adalah Menteri Perindustrian melabrak 3 bulan kemudian ...
Dukung Penggunaan Bio-Ethanol Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Timbel di Indonesia Siaran Pers | Kliping
Galeri Foto
Gabung Milis
 
 
Komunitas Green Club
Komunitas
Updated: 23 September 2016
Menanti Presiden Turun Tangan


Bisnis Indonesia. Kamis, 22/09/2016 11:49 WIB 
 
Kemauan meningkatkan standar emisi kendaraan bermotor dari Euro 2 ke Euro 4 masih terbentur oleh penyediaan bahan bakar yang setara. Rapat pembahasan di Kementerian Koordinator Perekonomian atau Kemenko hing- ga kini belum menemukan titik temu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebenarnya telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo terkait dengan pembahasan standar emisi kendaraan bermotor pada medio tahun ini.
 
Dari pertemuan tersebut, KLHK diminta untuk menggolkan kebijakan standar emisi yang lebih manusiawi itu secepatnya. Maka, beleid Euro 4 yang sejak 2013 mandek itupun didorong KLHK hingga draf final. Hasilnya, tinggal menunggu teken menteri. Sementara, kemauan presiden juga melecut Kemenko mengadakan rapat pembahasan persiapan penerapan Euro 4.
 
Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mempertegas pelaksanaan Euro 4 akan dimulai pada Januari tahun depan. Walau begitu, pelaksanaan standar tersebut masih belum pasti, dikarenakan rapat Kemenko belum menemukan hasil akhir. Terakhir, pada awal pekan ini, Kemenko kembali menggelar rapat pembahasan, Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), KLHK, sampai Pertamina didudukkan satu meja.
 
“Hasilnya masih belum ada kesepakatan, tiap kali pembahasan seperti mengulang dari awal,” kata Dasrul Chaniago, Direktur Pengelolaan Udara KLHK Dasrul Cha
niago kepada Bisnis , Rabu (21/9).
 
Hanya saja, menurut Dasrul, Kemenko merasa optimistis jika pelaksanaan awal standar Euro 4 dimulai pada tahun depan. Dia mengatakan opsi paling realistis
adalah mengganti porsi bahan bakar minyak (BBM) impor yang eksisting, yakni setara RON 88 dan solar regular kepada BBM setara Euro 4. “Kalau sekarang volume BBM impor itu 40%, kemungkinan pada Januari separuh atau beberapa persennya merupakan Euro 4,” kata Dasrul.
 
PEMASOK BBM
KLHK juga merasa pesimistis kebijakan Euro 4 mampu di golkan dalam waktu dekat. Pasal nya, untuk merealisasi tersebut, terdapat kendala yang diungkapkan Pertamina selaku pemasok BBM. Untuk mempercepat proses pembahasan dan pelaksanaan Euro 4, Dasrul mengungkapkan KLHK menyerahkannya kembali
kepada presiden. “Kalau tidak dengan instruksi presiden ini akan terus berlarut,” ujar Dasrul.
 
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin yang juga mengikuti rapat pem bahasan di Kemenko, menuturkan mandeknya pelaksanaan Euro 4 seperti mengulang kejadian saat menerapkan kali pertama standar Euro 2.
 
Pembahasan terkait dengan pelaksanaan Euro 2 terjadi pada 2001, namun molor hingga 2006. “Masalah utamanya, Pertamina selalu mengaku tidak siap,” kata
pria yang akrab disapa Puput itu. Sementara dari pihak PT Pertamina belum memberikan tanggapan terkait hasil rapat ter- akhir di Kemenko. VP Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro belum memberikan balasan pesan singkat yang dikirimkan Bisnis.
 
Di sisi lain, Gaikindo yang mengikuti rapat pembahasan Kemenko diminta memaparkan perkiraan konsumsi BBM tahunan. Sejauh ini, penerapan standar emisi kendaraan bermotor memang menyasar roda empat dikarenakan sepeda motor telah menggunakan standar setara Euro 3. Gaikindo telah menyampaikan
dengan tingkat produksi dan pemasaran produk beberapa tahun ke depan hanya berkisar 1,2 juta unit.
 
Dengan penambahan volume tersebut, maka total konsumsi solar kendaraan roda empat diperkirakan mencapai 2,39 juta kiloliter per tahun, dan bensin sekitar 1,95 juta kiloliter per tahun. “Kami telah menyampaikan apa yang diminta, kami sebagai pelaku industri mendukung penerapan Euro 4 yang bertahap,” kata Jongkie D
Sugiarto, Ketua I Gaikindo. Di sisi lain, KPBB menilai penerapan Euro 4 sebagaimana diamanatkan presiden kepada KLHK mempunyai poin penting. KLHK telah melaporkan penelitan terkait polusi udara di 45 kota besar di Indonesia, hasilnya partikel debu kategori particulate matter (PM) 10 dan PM 2,5 melebihi ambang batas normal.
 
“Karena partikel debu itu signifikan disebabkan emisi gas buang kendaraan bermotor,” tutup Puput.
 
Editor : Mia Chitra Dinisari
 
dikutip dari berita : http://koran.bisnis.com/read/20160922/453/586043/menanti-presiden-turun-tangan
Agenda
Video
 
 
Links
 

hak cipta 1999-2006 KPBB, semua hak dilindungi undang-undang
boleh mengcopy atau menyebarluaskan dengan mencantum sumbernya